Apa itu Reiki ?
Reiki adalah suatu tehnik penyembuhan yang pada dasarnya dilakukan
dengan meletakkan kedua tangan penghusada diatas bagian-bagian tubuh
pasien, akan tetapi didalam situasi tertentu penghusada dapat juga
meletakkan kedua tangannya beberapa cm/inci diatas tubuh pasien. Reiki
telah dikenal orang beiribu tahun yang lalu yang konon dipraktekkan oleh
biksu-biksu Budha dari Tibet.
Didalam sejarah Reiki dikenal tiga tokoh besar dari Jepang, yaitu : Dr.
Mikao Usui sebagai pengembang atau Bapak Reiki modern, Dr. Chijiro
Hayashi dan Hawayo Takata yang mengembangkan Reiki di Amerika.
Kata “Reiki “ berasal dari bahasa Jepang yang terdiri : kata “Rei” (=
Universil, ruh) dan “Ki” (= Chi, Prana, Tenaga Kehidupan). Karena
kualitasnya yang berasal dari tenaga yang bersifat universil, Reiki
memiliki suatu tingkat kecerdasan sendiri yang bila dipergunakan dalam
penyembuhan memenuhi semua tingkat kebutuhan pasien – fisik, emosional,
mental atau lebih dari itu.
Penghusada yang telah “dibuka”-kan “arus” Reiki penyembuhannya akan
mendapatkan suatu kemajuan didalam kemampuan penyembuhan alaminya.
Kemampuan ini biasanya didapati dalam bentuk suatu tenaga penyembuhan
yang lebih besar dan lebih terarah dibandingkan dengan sebelum
mendapatkan “Pembukaan”.
Reiki disalurkan ke siswa-siswa oleh seorang Reiki Master (guru Reiki )
melalui suatu rangkaian proses “Pembukaan”. Didalam “Pembukaan” seorang
Reiki Master memasukkan sekumpulan simbol Reiki kedalam aura siswa.
Sejak dari proses “Pembukaan” tersebut siswa akan senantiasa “terbuka”
terhadap tenaga Reiki secara permanen dan ia akan mampu memberikan Reiki
kepada dirinya sendiri dan orang lain.
Secara tradisional Reiki diajarkan dalam tiga jenjang atau tingkat, dan
setiap tingkatnya membutuhkan “Pembukaan” tersendiri. Ketiga tingkat
Reiki yang dimaksud adalah : Reiki I, Reiki II dan Reiki III (juga
disebut Reiki Master).
Reiki I pada dasarnya adalah suatu energi penyembuhan eteris/fisik.
Ia memiliki suatu kemampuan yang hebat didalam menyeimbangkan fungsi
cakra-cakra, menghilangkan energi negatif dari aura seseorang,
menghilangkan stress dan menyembuhkan tubuh (fisik) secara umum.
Reiki II pada dasarnya menangani penyembuhan mental dan emosional
seseorang. Energi yang diperoleh pada Reiki I meningkat paling sedikit
empat kali lipat dan disini siswa diajarkan melakukan penyembuhan jarak
jauh dan penyembuhan pada suatu masa didalam kehidupan seseorang
(penyakit karma).
Reiki III merupakan suatu energi yang bersifat spiritual. Jenjang ini
menyatukan semua tingkat keutuhan seseorang (fisik, emosi, mental dan
spiritual) yang hasil akhirnya memulai suatu kontak dengan Pribadi
Tingginya (Higher Self). Tingkat Reiki III ini mengajarkan siswa
bagaimana melakukan “Pembukaan” (untuk menghasilkan
penghusada-penghusada Reiki I, Reiki II dan Reiki Master); serta
mengajarkan siswa tugas-tugas dan praktek seorang Reiki Master sebagai
guru/pendidik.

